Postingan

Konsep Patriarki yang Saya Tau dari Bapak Saya.

Gambar
Belakangan ini, konsep patriarki cukup ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menganggap bahwa patriarki adalah kondisi di mana pria menindas wanita. Namun, menurut saya konsepnya tidak sesederhana itu. Sebenarnya, saya sudah mengetahui konsep patriarki ini dari almarhum bapak saya. Kebetulan beliau menempuh pendidikan S-3 di bidang sosiologi, sehingga cukup memahami konsep-konsep semacam ini, meskipun fokusnya lebih ke arah sosiologi perkotaan. Beliau sering kali menceritakan konsep-konsep sosiologi yang diketahuinya kepada saya saat kami melakukan perjalanan ke luar kota dulu. Sepengetahuan saya, patriarki adalah konsep tradisional yang berangkat dari norma zaman dulu bahwa ”wanita secara fisik lebih lemah dibandingkan pria”. Pada zaman dahulu, kemampuan fisik sangat diutamakan untuk bertani, berkebun dan berburu, sehingga terbentuklah tatanan kehidupan di mana pria yang lebih kuat secara fisik bertindak sebagai pemimpin. Tatanan tersebut kemudian digunakan secara turun-t...

Golden Horizon

Gambar
Ada bunga yang tidak pernah meminta untuk dipandang. Dia tumbuh diam-diam di balik kabut, menyembunyikan hampir seluruh dirinya. Yang terlihat hanya sepasang jendela kecil tempat cahaya keluar dan masuk. Anehnya, justru dari celah yang sempit itulah badai bermula. Pada awalnya, itu hanyalah tatapan yang singkat. Tidak ada percakapan panjang, tidak ada kisah yang sengaja dimulai. Namun, seperti seseorang yang tanpa sengaja menemukan mata air di tengah gurun, hati seolah mengenali sesuatu yang bahkan akal belum mampu menjelaskan. Seakan ada bisikan yang datang entah dari mana, mengatakan bahwa bunga ini berbeda. Bukan karena warnanya, bukan karena bentuknya, melainkan karena kehadirannya menghadirkan rasa yang belum pernah memiliki nama. Kabut perlahan menipis. Kelopak-kelopak mulai memperlihatkan wujudnya. Keindahan itu tidak datang dengan gegap gempita, melainkan seperti matahari yang perlahan mengusir malam. Dia tidak menyilaukan, tetapi cukup untuk membuat seseorang lupa bahwa sebelu...

Cristiano Ronaldo Bagi Saya

Gambar
Dari dulu, ada satu nama yang benar-benar saya benci: Cristiano Ronaldo. Saya dulu adalah penggemar berat Frank Lampard gelandang Chelsea. Jadi, rasanya wajar kalau saya sering kesal melihat kehebatan Ronaldo. Bukan hanya karena dia sering mengalahkan pemain favorit saya, tetapi juga karena saya tidak menyukai gayanya yang menurut saya terlalu percaya diri, cara bicaranya yang terkesan arogan, dan ketika masih di Manchester United, saya merasa permainannya terlalu individual. Kebencian itu sebenarnya sudah dimulai sejak Euro 2004. Saat itu Frank Lampard tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol dan menjadi salah satu pemain terbaik Inggris. Saya sangat berharap Inggris melangkah jauh, tetapi mereka harus tersingkir di perempat final oleh Portugal lewat adu penalti. Sejak saat itu, nama Cristiano Ronaldo mulai menjadi sosok yang tidak saya sukai. Namun, momen yang membuat saya benar-benar membencinya terjadi di Piala Dunia 2006. Saat itu saya merasa Inggris memiliki generasi emas. Ada ...

Stoikisme Mengajarkan Saya Berdamai Dengan Kenyataan

Gambar
Kita sering menghabiskan terlalu banyak energi untuk menafsirkan perilaku orang lain terhadap kita. Kita sibuk bertanya, "Mengapa dia bersikap seperti itu?" atau "Apa yang dia pikirkan tentangku?" Padahal, satu-satunya hal yang benar-benar berada dalam kendali kita adalah bagaimana kita merespons sikap mereka. Masalah lain yang sering luput kita sadari adalah kecenderungan untuk membangun gambaran ideal tentang bagaimana hidup seharusnya berjalan. Kita membayangkan hubungan yang selalu harmonis, pekerjaan yang selalu dihargai, atau orang-orang yang selalu memahami kita. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan gambaran itu, kita merasa terluka. Padahal, yang paling sering menyakiti kita bukanlah kenyataan itu sendiri, melainkan benturan antara kenyataan dengan khayalan-khayalan yang kita bangun di dalam kepala. Bermimpi, berkhayal dan memiliki harapan bukanlah sesuatu yang salah. Justru mereka dapat memberi arah dalam hidup. Namun, kita perlu mengingat bahwa kenyataa...

Timnas Portugal di Piala Dunia 2026

Gambar
Terus terang sangat menarik melihat skuad Tim Nasional Sepak Bola Portugal di Piala Dunia 2026 kali ini. Kalau melihat materi pemain yang mereka miliki, jujur saja ini adalah salah satu skuad terbaik di turnamen kali ini. Menurut saya, hanya Prancis yang punya kualitas di atas mereka. Portugal datang dengan kombinasi pemain yang luar biasa. Ada tiga pemain PSG yang sudah dua kali berturut-turut menjuarai Liga Champions Eropa, ditambah banyak pemain lain yang juga bermain di klub-klub papan atas Eropa. Bukan hanya kuat di tim utama, kedalaman skuad mereka juga sangat baik. Hampir di setiap posisi mereka memiliki pemain pelapis yang kualitasnya tidak jauh berbeda dengan pemain inti. Kalau dibandingkan dengan negara-negara pesaing lainnya, Portugal masih sangat layak disebut sebagai salah satu kandidat juara. Mereka punya kualitas individu, pengalaman, dan kedalaman tim yang cukup untuk bersaing hingga akhir turnamen. Namun, menurut saya ada satu hal yang bisa menjadi penentu. Portugal ha...

Reuni Kelas 3D Spensix Angkatan 2002

Gambar
Pagi-pagi ada telepon masuk di HP saya. Bukan lewat WA, tapi lewat Instagram. Ternyata yang menelepon adalah Eki, mantan ketua kelas kami waktu kelas 3 SMP. Rupanya dia sedang berada di Makassar untuk mengikuti Makassar Half Marathon keesokan harinya. Dia mengajak reuni kecil, khusus teman-teman sekelas. Kebetulan Wawan dan Anita dari Kendari, serta Angger dari Balikpapan, juga sedang berada di Makassar untuk mengikuti event yang sama. Ya sudah, kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Akhirnya kami bertemu sore itu. Ada Romi, Adnan, Eki, Wawan, Angger, Eci, Anita, Andi Monye, dan saya. Senang sekali rasanya bisa berkumpul lagi setelah 24 tahun. Beberapa dari kami memang masih sesekali bertemu, bahkan pernah mengadakan reuni kecil-kecilan. Tapi jarang sekali bisa berkumpul lebih dari tiga orang sekaligus seperti kali ini. Terima kasih untuk Pak Ketua Kelas, Eki Arnanda, yang sudah berusaha mengumpulkan kami semua. Berkat usahanya, kami bisa kembali seru-seruan mengenang masa-masa it...

Kerja Keras dan Konsisten Bukan Jaminan

Gambar
Saya sedang berada di warung kopi saat pikiran untuk menulis ini muncul. Belakangan ini marak sekali media sosial, kita melihat kalimat motivasi yang kurang lebih sama: kunci kesuksesan adalah kerja keras dan konsistensi. Banyak orang terinspirasi oleh tokoh-tokoh besar yang dikenal karena ketekunan dan disiplin mereka, seperti Cristiano Ronaldo. Cerita-cerita ini terdengar seperti janji manis, seolah kalau kita terus bekerja keras tanpa henti, maka pada akhirnya kesuksesan pasti datang. Memang ada benarnya. Tapi di sisi lain, itu bukan jaminan mutlak. Tidak ada satu pun yang bisa menjamin bahwa kerja keras yang konsisten pasti berujung pada sukses. Yang sebenarnya terjadi, kerja keras dan konsistensi hanyalah cara untuk memperbesar peluang kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukan hasilnya yang dijamin, melainkan kesempatan untuk mengeksekusi peluang yang semakin banyak. Bayangkan seperti melempar dadu. Kalau kita hanya melempar satu kali, peluang mendapatkan angka enam tentu k...