Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Perjalanan Mendampingi Investor Tiongkok

Gambar
Hari Rabu pagi, tanggal 23 April 2025, saya dapat kabar dari kepala bidang di kantor. Katanya saya ditugaskan untuk mendampingi investor dari Tiongkok yang mau datang ke Pinrang. Tugas ini berlangsung tiga hari, mulai Kamis sampai Sabtu. Sore harinya, kami langsung dikumpulkan untuk rapat persiapan. Rapat itu digelar di kantor Bupati Pinrang. Pimpinannya langsung Bupati Pinrang sendiri. Di situ kami diperkenalkan ke para investor yang datang. Mereka ini orang-orang penting dari perusahaan besar di Tiongkok. Dari gaya dan caranya, kelihatan juga kalau beberapa dari mereka ini masih keluarga pemilik perusahaan. Dalam rapat itu, para tamu menyampaikan rencana mereka. Kalau cocok, mereka mau bangun pabrik daur ulang di Pinrang, dan produksinya akan diekspor ke berbagai negara. Kepala Dinas DPMPTSP Pinrang juga paparkan tempat-tempat yang akan kami kunjungi, sambil mengingatkan supaya kami semua kumpul di kantor DPMPTSP Pinrang  jam 8 pagi keesokan harinya. Keesokan pagi, saya datang...

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Gambar
Makassar terus berkembang sebagai kota metropolitan, dan Centre Point of Indonesia (CPI) adalah salah satu bukti nyata dari perkembangan tersebut. Terletak di kawasan pesisir Makassar, CPI memiliki lokasi yang strategis dimana lokasinya berdekatan dengan Pantai Losari dan memiliki akses yang cukup terjangkau dari pusat kota. Kawasan ini dibangun di atas lahan reklamasi, sebuah upaya untuk menambah kapasitas wilayah perkotaan yang semakin padat. CPI dirancang sebagai pusat bisnis dan hunian modern. Gedung-gedung bertingkat tinggi yang berdiri di sini mencerminkan wajah baru Makassar sebagai kota modern yang lebih tertata. Salah satu landmark yang paling dikenal dari kawasan ini adalah Masjid 99 Kubah, yang dengan arsitekturnya yang unik telah menjadi ikon baru kota Makassar. Namun, CPI bukan hanya sekadar pusat bisnis dan hunian, tetapi juga telah menjadi ruang publik yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap hari, banyak orang datang ke sini untuk berolahraga, baik itu jogging, bersepe...

Jalanan Lebar di Makassar Tak Lagi Sepi Saat Lebaran

Gambar
Saya termasuk orang yang jarang mudik. Hampir setiap tahun, saya merayakan Lebaran di Makassar. Dulu, momen Lebaran terasa begitu istimewa. Sekitar sepuluh tahun lalu, ketika hari raya tiba, jalanan di Makassar berubah drastis, dari hiruk-pikuk keseharian menjadi lengang yang menenangkan. Kala itu, hampir semua orang memilih mudik ke kampung halaman. Jalanan yang biasanya padat, tiba-tiba menjadi kosong. Mall-mall pun sepi, serasa milik pribadi. Saya masih ingat betul bagaimana udara terasa lebih sejuk, dan pemandangan kota lebih bersih serta segar. Bahkan, saya sering berjalan santai di Jalan Pettarani (jalan yang biasanya terkenal macet) tanpa melihat satu pun kendaraan melintas. Kota ini seperti kota hantu yang indah, bebas dari kemacetan dan kebisingan. Suasana seperti ini biasanya berlangsung sejak H-1 Lebaran hingga sekitar empat hari setelahnya. Setelah itu, hiruk-pikuk kota kembali seperti sediakala. Namun, tahun ini saya dikejutkan oleh pemandangan yang berbeda. Setelah bebera...