Kemudahan Survey Lapangan dengan Aplikasi GPS di Ponsel

Dulu, saat melakukan survey lapangan, kami selalu mengandalkan GPS handheld untuk menyimpan titik koordinat suatu lokasi. Alat tersebut menjadi satu-satunya andalan dalam pekerjaan lapangan, terutama ketika harus menentukan posisi dengan presisi. Penggunaan GPS handheld sudah menjadi hal lumrah di kalangan surveyor, karena mampu menyimpan titik koordinat secara akurat tanpa tergantung sinyal internet.

Namun, seiring perkembangan teknologi, kini ada banyak aplikasi dalam ponsel pintar yang bisa digunakan untuk menentukan titik koordinat suatu lokasi. Beberapa aplikasi populer seperti Google Earth, Google Maps, dan Timestamp Camera sudah banyak digunakan oleh pengguna dari berbagai bidang, baik untuk navigasi, dokumentasi, maupun survey ringan.

Dari sekian banyak aplikasi yang tersedia, ada satu aplikasi yang cukup menarik dan sangat membantu dalam pekerjaan lapangan, yaitu GPS Field Area Measure. Saya pribadi mulai menggunakan aplikasi ini sekitar 4 atau 5 tahun terakhir, dan terus terang sangat terbantu dengan fitur-fitur yang ditawarkannya.




Ternyata, aplikasi ini bukan sesuatu yang baru. GPS Field Area Measure sudah lama dikenal di kalangan surveyor, arsitek lanskap, serta perencana wilayah dan kota. Kepopulerannya tidak lepas dari kemampuannya yang sederhana namun fungsional. Fitur utama aplikasi ini adalah untuk menentukan titik koordinat dan mengukur luas suatu bidang tanah berdasarkan titik-titik yang kita tandai langsung di peta.

Hal ini tentu sangat berguna, terutama bagi seorang arsitek yang sedang menentukan siteplan untuk sebuah lahan yang akan dibangun. Dengan aplikasi ini, kita bisa melihat langsung bentuk lahan dari atas, lalu menentukan area tertentu untuk kemudian dihitung luasnya secara cepat dan praktis.

Yang membuat aplikasi ini makin menarik adalah tampilannya yang mirip dengan Google Earth atau Google Maps, karena menggunakan peta satelit secara real time. Selain itu, hasil pengukuran yang kita lakukan bisa langsung diekspor dalam format KMZ atau SHP, sehingga dapat dibuka dan diedit lebih lanjut menggunakan software pemetaan seperti AutoCAD atau ArcGIS.

Secara jujur, saya merasa aplikasi ini sangat membantu pekerjaan saya, terutama dalam hal survey lapangan. Namun, tentu saja tidak ada sistem yang sempurna. Untuk akurasi, aplikasi ini cukup bergantung pada sinyal HP. Ini menjadi sedikit kendala, terutama saat bekerja di daerah yang sulit sinyal seperti kawasan hutan atau pegunungan, di mana akurasi GPS dari smartphone bisa berkurang cukup signifikan.

Seperti kita ketahui, GPS di smartphone memang sangat tergantung pada koneksi internet dan jaringan satelit yang kuat. Sementara itu, GPS handheld tidak membutuhkan internet sama sekali untuk merekam dan menyimpan titik koordinat secara presisi. Walaupun jaringan internet kini jauh lebih luas dan stabil, bahkan di daerah pegunungan, saya tetap menyarankan untuk  tetap membawa GPS handheld sebagai cadangan saat melakukan survey di lapangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel ITBX dalam RDTR: Jantung Pengaturan Tata Ruang

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Pemandangan yang Menjauh