Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Old Me and Older Me

Gambar
S aya yang tahun 2018 dan saya yang sekarang. Ide untuk membuat gambar ini sebenarnya muncul setelah saya melihat postingan serupa dari seorang teman di Instagram. Waktu itu, saya sempat bergumam dalam hati, “Wah, keren juga ya, coba bikin ah.” Melihat gambar ini, pikiran saya langsung melayang jauh. Saya membayangkan, kalau benar-benar bisa bertemu dengan diri saya di tahun 2018, kira-kira apa yang akan kami bicarakan? Mungkin suasananya akan sedikit canggung pada awalnya, seperti dua orang asing yang merasa familiar tapi juga berbeda. Namun, satu hal yang pasti, kami berdua masih tetap sama-sama butuh secangkir kopi untuk menenangkan diri. Saya rasa, ada banyak sekali cerita yang ingin saya bagikan kepadanya. Tentang jalan yang sudah saya lalui, tentang bagaimana hidup ternyata tidak selalu berjalan sesuai rencana, juga tentang pikiran-pikiran yang sering berputar di kepala saya selama ini. Mungkin saya akan bercerita tentang hal-hal kecil yang membuat saya tertawa, atau membicar...

Throwback 2021

Gambar
Tahun 2021 menandai babak baru dalam hidup saya: tahun pertama menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Awalnya, saya merasakan sebuah optimisme luar biasa. Meskipun harus jauh dari keluarga, saya yakin ini akan menjadi sebuah petualangan yang sangat menyenangkan, penuh dengan pengalaman, pengetahuan, dan tentu saja, bertemu dengan orang-orang baru. Di hari-hari pertama, adaptasi berjalan cepat. Saya langsung disambut dengan tugas khas dunia planologi. Saya masih ingat betul Kak Mariyendra dengan sabar mengajarkan dan mengingatkan kembali pentingnya penggunaan aplikasi ArcGIS . Tak lama kemudian, saya sudah disajikan dengan beragam kegiatan lapangan: mulai dari penertiban tata ruang, monitoring, hingga yang menjadi rutinitas penting, yaitu survei lokasi untuk permohonan Surat Keterangan Kesesuaian Tata Ruang (SKKTR). Foto ini adalah salah satu momen awal saya terjun ke lapangan, diambil sekitar bulan April atau Mei 2021. Lokasinya masih di dalam kota, jadi perjalanannya terasa santai. Hari ...

Mencari Validasi Bukan Hal yang Buruk

Gambar
Kita sering mendengar nasihat yang berbunyi, “jangan jadi orang yang haus validasi, atau stop mencari validasi orang lain.” Kedengarannya memang bijak, seolah-olah mencari pengakuan dari orang lain itu hal buruk dan harus dihindari. Tapi menurut saya, tidak sepenuhnya begitu. Manusia pada dasarnya tumbuh lewat interaksi sosial. Dan di sanalah validasi orang lain berperan sebagai cermin, yang membuat kita bisa melihat diri sendiri dengan lebih jelas, mengenali apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Tapi tentu saja, rasa haus validasi itu harus punya batas. Saya sering membayangkannya seperti api. Api bisa menghangatkan, menerangi, dan memberi energi. Tapi kalau dibiarkan liar, ia bisa membakar habis dan merusak. Saya kasih contoh seorang pemain bola. Kalau dia tidak punya rasa haus validasi sama sekali, ia mungkin akan puas dengan kemampuannya sekarang. Dia bisa bersikap masa bodoh, belatih dan bermain dengan caranya sendiri yang dapat membuatnya tidak berkembang dari pemai...