Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Old Me and Older Me

Gambar
S aya yang tahun 2018 dan saya yang sekarang. Ide untuk membuat gambar ini sebenarnya muncul setelah saya melihat postingan serupa dari seorang teman di Instagram. Waktu itu, saya sempat bergumam dalam hati, “Wah, keren juga ya, coba bikin ah.” Melihat gambar ini, pikiran saya langsung melayang jauh. Saya membayangkan, kalau benar-benar bisa bertemu dengan diri saya di tahun 2018, kira-kira apa yang akan kami bicarakan? Mungkin suasananya akan sedikit canggung pada awalnya, seperti dua orang asing yang merasa familiar tapi juga berbeda. Namun, satu hal yang pasti, kami berdua masih tetap sama-sama butuh secangkir kopi untuk menenangkan diri. Saya rasa, ada banyak sekali cerita yang ingin saya bagikan kepadanya. Tentang jalan yang sudah saya lalui, tentang bagaimana hidup ternyata tidak selalu berjalan sesuai rencana, juga tentang pikiran-pikiran yang sering berputar di kepala saya selama ini. Mungkin saya akan bercerita tentang hal-hal kecil yang membuat saya tertawa, atau membicar...

Menikmati Dunia Suram The Last of Us

Gambar
Saya lagi nonton The Last of Us Series Season 2. Series ini sebenarnya sudah tayang sejak Mei 2025 lalu, tapi saya baru sempat menontonnya sekarang. Total ada 8 episode, dan saya memilih menikmatinya pelan-pelan. Yah, sehari satu episode lah. The Last of Us adalah series bertema post-apocalyptic, di mana dunia dipenuhi zombie. Yang menarik, berbeda dengan kebanyakan film post-apocalyptic yang biasanya hanya berfokus pada perlawanan melawan zombie, di series ini musuh utama bukan cuma zombie, tapi juga tentara dan kelompok penjagal. Series ini diadaptasi dari game PlayStation 4 dengan judul yang sama, yang juga cukup seru untuk dimainkan. Jalan ceritanya kurang lebih mirip dengan versi game, meskipun di season 2 ada beberapa perbedaan yang cukup mengejutkan. Salah satunya, Joel (karakter utamanya) mati. Saya memang belum selesai menontonnya, tapi rasanya agak aneh juga melihat karakter utama bisa hilang begitu saja. Film dan series bertema post-apocalyptic memang salah satu gen...

Mencari Validasi Bukan Hal yang Buruk

Gambar
Kita sering mendengar nasihat yang berbunyi, “jangan jadi orang yang haus validasi, atau stop mencari validasi orang lain.” Kedengarannya memang bijak, seolah-olah mencari pengakuan dari orang lain itu hal buruk dan harus dihindari. Tapi menurut saya, tidak sepenuhnya begitu. Manusia pada dasarnya tumbuh lewat interaksi sosial. Dan di sanalah validasi orang lain berperan sebagai cermin, yang membuat kita bisa melihat diri sendiri dengan lebih jelas, mengenali apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Tapi tentu saja, rasa haus validasi itu harus punya batas. Saya sering membayangkannya seperti api. Api bisa menghangatkan, menerangi, dan memberi energi. Tapi kalau dibiarkan liar, ia bisa membakar habis dan merusak. Saya kasih contoh seorang pemain bola. Kalau dia tidak punya rasa haus validasi sama sekali, ia mungkin akan puas dengan kemampuannya sekarang. Dia bisa bersikap masa bodoh, belatih dan bermain dengan caranya sendiri yang dapat membuatnya tidak berkembang dari pemai...