Throwback 2021


Tahun 2021 menandai babak baru dalam hidup saya: tahun pertama menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Awalnya, saya merasakan sebuah optimisme luar biasa. Meskipun harus jauh dari keluarga, saya yakin ini akan menjadi sebuah petualangan yang sangat menyenangkan, penuh dengan pengalaman, pengetahuan, dan tentu saja, bertemu dengan orang-orang baru.

Di hari-hari pertama, adaptasi berjalan cepat. Saya langsung disambut dengan tugas khas dunia planologi. Saya masih ingat betul Kak Mariyendra dengan sabar mengajarkan dan mengingatkan kembali pentingnya penggunaan aplikasi ArcGIS. Tak lama kemudian, saya sudah disajikan dengan beragam kegiatan lapangan: mulai dari penertiban tata ruang, monitoring, hingga yang menjadi rutinitas penting, yaitu survei lokasi untuk permohonan Surat Keterangan Kesesuaian Tata Ruang (SKKTR).



Foto ini adalah salah satu momen awal saya terjun ke lapangan, diambil sekitar bulan April atau Mei 2021. Lokasinya masih di dalam kota, jadi perjalanannya terasa santai. Hari itu, jika tak salah, kami hanya mampir ke dua titik lokasi saja.

Saya tidak sendirian. Saya berangkat bersama dua orang lain, Dinda dan Awaliah.

Dinda adalah rekan kerja sekaligus teman seangkatan CPNS saya. Ada satu fakta seru tentangnya yaitu dia adalah adik kandung dari Pak Kepala Dinas, atasan kami sendiri.

Lalu, ada Awaliah (yang tidak mengenakan baju dinas). Dia adalah mahasiswa magang (PKL) di kantor kami selama sekitar tiga hingga enam bulan. Nama lengkapnya Awaliah Masry, seorang mahasiswi dari Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sejak pandangan pertama, saya sudah punya kesan, "Wah, anak ini pasti cerdas." Pembawaannya tenang, berkacamata, dan sorot matanya yang khas menunjukkan ketajaman berpikir. Dan benar saja! Setelah bekerja bersama, kecerdasannya terbukti. Jujur, justru sering kali saya yang diingatkan atau belajar hal baru darinya, terutama mengenai teknik pengambilan data dan pembaruan aplikasi pemetaan. Kehadirannya sangat membantu, baik dalam tugas harian maupun proyek-proyek di kantor.

Meskipun terkadang muncul sisi 'tengil' khas anak muda yang membuat gemas, etika kerjanya patut diacungi jempol. Awaliah memiliki inisiatif tinggi, rasa ingin tahu yang besar, cukup rajin, dan menurut pengamatan saya, dia cukup kuat menghadapi tekanan kerja.

Saya sudah sering bertemu dengan banyak mahasiswa, saat menjadi dosen, yang part-time di kantor ayah saya, atau anak magang lainnya. Namun, harus saya akui, Awaliah adalah salah satu mahasiswa favorit saya.

Saya tidak tahu apa kesibukannya sekarang, tetapi saya sungguh berharap ia bisa meraih kesuksesan besar di masa depan. Dan yang paling penting, kalau kelak sudah menjadi orang sukses, semoga dia tetap ingat bahwa kami pernah sama-sama berpanas-panasan survei di lapangan! Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel ITBX dalam RDTR: Jantung Pengaturan Tata Ruang

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Pemandangan yang Menjauh