Old Me and Older Me
Saya yang tahun 2018 dan saya yang sekarang.
Ide untuk membuat gambar ini sebenarnya muncul setelah saya melihat postingan serupa dari seorang teman di Instagram. Waktu itu, saya sempat bergumam dalam hati, “Wah, keren juga ya, coba bikin ah.”
Melihat gambar ini,
pikiran saya langsung melayang jauh. Saya membayangkan, kalau benar-benar bisa
bertemu dengan diri saya di tahun 2018, kira-kira apa yang akan kami bicarakan?
Mungkin suasananya akan sedikit canggung pada awalnya, seperti dua orang asing
yang merasa familiar tapi juga berbeda. Namun, satu hal yang pasti, kami berdua masih tetap sama-sama butuh secangkir kopi untuk menenangkan diri.
Saya rasa, ada banyak
sekali cerita yang ingin saya bagikan kepadanya. Tentang jalan yang sudah saya
lalui, tentang bagaimana hidup ternyata tidak selalu berjalan sesuai rencana,
juga tentang pikiran-pikiran yang sering berputar di kepala saya selama ini.
Mungkin saya akan bercerita tentang hal-hal kecil yang membuat saya tertawa,
atau membicarakan kekonyolan-kekonyolan yang dulu pernah kami lakukan. Di sisi lain, saya juga pasti ingin bertanya kepadanya tentang
hal-hal yang kini mulai kabur dari ingatan saya. Seperti bagaimana perasaannya di masa
itu, apa yang sebenarnya dia pikirkan, dan mengapa dia memilih melakukan ini
atau itu.
Tapi saya tahu betul, dan
masih ingat jelas, dia bukanlah orang yang mudah diatur. Dia cukup tough dan
keras kepala. Kalau orang Bugis bilang, maka’do’ (semoga spellingnya benar,
hehe). Karena itulah 100 persen saya tidak akan menasihati, memaksa, atau melarang
apa pun kepadanya. Lagian, dia pasti lebih mengenal dirinya di masa itu dibandingkan saya
yang sekarang yang mencoba mengingat-ngingatnya kembali. Biarlah dia menjalani apa yang
memang harus dijalani, dengan segala keberanian dan kecerobohan khasnya.
Pada akhirnya, hidup
ini memang berjalan sesuai ritmenya sendiri. Saya percaya, apa pun yang telah
dan akan terjadi adalah bagian dari proses yang membentuk saya hari ini. Jadi,
tidak perlu ada penyesalan, tidak perlu ada keinginan untuk mengubah apa pun.
It is what it is...

Komentar
Posting Komentar