Kerja Keras dan Konsisten Bukan Jaminan

Saya sedang berada di warung kopi saat pikiran untuk menulis ini muncul.

Belakangan ini marak sekali media sosial, kita melihat kalimat motivasi yang kurang lebih sama: kunci kesuksesan adalah kerja keras dan konsistensi. Banyak orang terinspirasi oleh tokoh-tokoh besar yang dikenal karena ketekunan dan disiplin mereka, seperti Cristiano Ronaldo. Cerita-cerita ini terdengar seperti janji manis, seolah kalau kita terus bekerja keras tanpa henti, maka pada akhirnya kesuksesan pasti datang.




Memang ada benarnya. Tapi di sisi lain, itu bukan jaminan mutlak.

Tidak ada satu pun yang bisa menjamin bahwa kerja keras yang konsisten pasti berujung pada sukses. Yang sebenarnya terjadi, kerja keras dan konsistensi hanyalah cara untuk memperbesar peluang kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukan hasilnya yang dijamin, melainkan kesempatan untuk mengeksekusi peluang yang semakin banyak.

Bayangkan seperti melempar dadu. Kalau kita hanya melempar satu kali, peluang mendapatkan angka enam tentu kecil. Tapi kalau kita terus melempar dadu berkali-kali, secara statistik kemungkinan muncul angka enam akan jauh lebih besar. Tetap tidak dijamin, tapi peluangnya jelas meningkat. Seperti itulah kerja keras dan konsistensi bekerja.

Masalah lainnya, banyak orang salah paham soal makna konsistensi itu sendiri. Konsistensi sering dianggap melakukan hal yang sama berulang-ulang, dengan cara yang itu-itu saja. Padahal bukan begitu. Konsistensi tanpa fleksibilitas justru bisa membuat kita jalan di tempat. Pikiran saya pun juga sempat seperti itu, sampai saya melihat kembali kutipan einstein yang berbunyi "mengharapkan hal yang sama berulang-ulang dengan cara melakukan hal yang sama berulang-ulang adalah definisi kegilaan". Disitupun yang mengevaluasi konsistensi yang dimaksud.

Kalau kita melempar dadu dengan cara yang sama, di permukaan yang sama, dengan kondisi yang sama, lalu berkali-kali hasilnya angka satu, besar kemungkinan hasil berikutnya pun tidak jauh berbeda. Tapi saat kita mulai mengubah cara, mengubah sudut, atau mengubah pendekatan, hasilnya bisa saja berubah.

Di sinilah fleksibilitas jadi penting. Konsistensi yang dimaksud bukan keras kepala, melainkan gabungan antara persistensi dan disiplin. Terus mencoba, tapi dengan berbagai cara. Terus bergerak, sambil belajar dan menyesuaikan diri.

Mungkin dibutuhkan seribu cara. Mungkin sejuta percobaan. Tapi satu hal yang hampir pasti, jika kita hanya memakai satu cara yang sama terus-menerus, hasilnya pun akan cenderung sama. Konsisten bukan berarti stagnan. Konsisten berarti terus hadir, terus mencoba, dan terus berani mengubah cara sampai peluang itu benar-benar bisa kita tangkap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel ITBX dalam RDTR: Jantung Pengaturan Tata Ruang

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Pemandangan yang Menjauh