Ego Mengurungmu pada Tempat yang Sama.

Ego membuatmu gengsi untuk bertanya, seolah bertanya adalah tanda kelemahan. Ego membuatmu merasa paling benar, hingga kamu menutup telinga dari masukan yang sebenarnya bisa menyelamatkanmu. Ego juga mendorongmu menutupi kesalahan, bahkan berbohong tentang dirimu sendiri demi terlihat sempurna. Tidak jarang, ego membuatmu menyembunyikan perasaan hanya karena takut dianggap rapuh.

Pada akhirnya, ego hanya mengurungmu di tempat yang sama.




Karena itu, kamu harus berani “membunuh” egomu. Bukan untuk merendahkan diri, tetapi untuk membuka ruang bagi perubahan. Jika ingin berhasil melakukan sesuatu, kamu harus menurunkan ego, belajar, mendengar, dan menerima bahwa kamu tidak harus selalu benar. Terimalah bahwa manusia adalah tempat kesalahan, dan bahwa salah merupakan bagian dari diri kita yang tidak dapat dihindari.

Ketahuilah bahwa dunia ini pun tidak dirancang secara sempurna bagi manusia. Oksigen yang kita hirup, yang jelas-jelas kita butuhkan untuk hidup, perlahan membuat tubuh kita menua dan rusak. Makanan yang kita makan pun demikian. Maka, untuk apa kita bersusah payah ingin selalu tampak sempurna di mata dunia, sementara dunia saja tidak memberi kesempurnaan bagi kita untuk hidup?

Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang berani mengakui kesalahan. Mereka yang tidak takut berkata, “Saya tidak tahu, tolong ajari saya.” Orang seperti itu akan selalu tumbuh, karena mereka memberi kesempatan bagi diri mereka sendiri untuk belajar lebih jauh dan menjadi lebih baik.

Tidak ada pertumbuhan tanpa rasa sakit dan tanpa melakukan kesalahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel ITBX dalam RDTR: Jantung Pengaturan Tata Ruang

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Pemandangan yang Menjauh