Konsep Patriarki yang Saya Tau dari Bapak Saya.

Belakangan ini, konsep patriarki cukup ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menganggap bahwa patriarki adalah kondisi di mana pria menindas wanita. Namun, menurut saya konsepnya tidak sesederhana itu.

Sebenarnya, saya sudah mengetahui konsep patriarki ini dari almarhum bapak saya. Kebetulan beliau menempuh pendidikan S-3 di bidang sosiologi, sehingga cukup memahami konsep-konsep semacam ini, meskipun fokusnya lebih ke arah sosiologi perkotaan. Beliau sering kali menceritakan konsep-konsep sosiologi yang diketahuinya kepada saya saat kami melakukan perjalanan ke luar kota dulu.

Sepengetahuan saya, patriarki adalah konsep tradisional yang berangkat dari norma zaman dulu bahwa ”wanita secara fisik lebih lemah dibandingkan pria”. Pada zaman dahulu, kemampuan fisik sangat diutamakan untuk bertani, berkebun dan berburu, sehingga terbentuklah tatanan kehidupan di mana pria yang lebih kuat secara fisik bertindak sebagai pemimpin. Tatanan tersebut kemudian digunakan secara turun-temurun di dalam masyarakat. Dari situlah kemungkinan konsep patriarki sudah mulai terbentuk, yaitu ketika pria dituntut untuk memimpin, melindungi, mengatur, menuntun, dan mengendalikan.

Pada dasarnya, beberapa agama di dunia juga mengajarkan hal ini. Pria dituntut untuk bisa menjadi imam atau pemimpin bagi wanita. Karena pria adalah pemimpin, agama juga mengajarkan bahwa wanita harus dilindungi, di mana keselamatan wanita harus selalu ditempatkan di atas kenyamanan pria.

Itulah mengapa pada masa lampau, setiap kali ada perang, pria yang diwajibkan untuk ikut. Pekerjaan berat dan melelahkan yang melibatkan fisik pun dikerjakan oleh pria. Keselamatan wanita harus menjadi prioritas. Setiap wanita yang menikah dengan pria wajib diberi penghidupan dan nafkah yang layak oleh pria.  Dan ini berlangsung bertahun-tahun, berabad-abad.

Namun, karena adanya konsep pria memimpin wanita tersebut, pria pada akhirnya menjadi terlalu mendominasi kehidupan sehingga posisi wanita sering kali dianggap lebih rendah dibanding pria. Hal ini akhirnya menyebabkan banyak pria berlaku semena-mena terhadap wanita. 

Terjadilah kekerasan, pengekangan, pembatasan hak, serta penindasan terhadap wanita. Hal tersebut membuat patriarki (konsep bahwa pria harus memimpin wanita) dianggap oleh sebagian orang memberikan lebih banyak dampak buruk terhadap kehidupan wanita.

Berangkat dari situasi tersebut, akhirnya banyak bermunculan suara yang menuntut kesamaan hak antara wanita dan pria serta upaya untuk melepaskan kehidupan dari dominasi pria. Pada akhirnya, muncullah konsep feminisme. Konsep ini memandang bahwa menjadikan pria sebagai pemimpin atau imam bukan lagi suatu kewajiban mutlak bagi wanita. Pandangan ini berkembang sangat pesat, terutama pada masyarakat modern di kota-kota besar di negara maju. Konsep feminisme pada zaman modern ini juga sebenarnya banyak didukung oleh kaum pria sendiri, karena konsep ini dianggap mampu meringankan beban dan peran pria dalam kehidupan.

Sehingga konsep patriarki pun perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh mereka. 




Sekarang, wanita bisa melakukan pekerjaan kasar yang mengandalkan fisik, menjadi pemimpin, melindungi pria, menuntun, mengendalikan, dan lain sebagainya. Bahkan menurut almarhum bapak saya, di negara-negara Barat sana sudah ada pria yang istrinya bekerja mencari nafkah, sementara prianya tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Menurut beliau, hal tersebut tidak lagi menjadi stigma yang terlalu negatif di dunia Barat.

Jadi, patriarki sebenarnya tidak serta-merta selalu berarti pria menindas wanita. Patriarki lebih tepat diartikan sebagai sebuah konsep tantanan kehidupan yang berawal dari norma di mana wanita diharuskan menjadikan pria sebagai pemimpin dan pria diharuskan untuk menjadi pemimpin wanita. Dan konsep ini sudah dianggap kurang lagi relevan dengan masyarakat modern karena dinilai memberikan lebih banyak dampak buruk bagi kehidupan wanita daripada manfaat.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandangan yang Menjauh

Ego Mengurungmu pada Tempat yang Sama.