Langkah-Langkah Menurunkan Berat Badan
Saya bukan ahli gizi, ahli diet, ataupun pelatih gym. Saya juga belum berhasil-berhasil amat dietnya, masih dalam proses juga. Tapi saya hanya ingin berbagi apa yang saya ketahui dari hasil baca sana baca sini dan proses try dan eror. Jadi kalau ada yang tidak tepat atau keliru, mohon dimaafkan. dan kalau benar semoga bermanfaat. Dan ini cuma buat yang lagi proses atau punya niat untuk menurunkan berat badan saja.
Menurut saya pribadi, jika kita benar-benar serius ingin menurunkan berat badan, ada beberapa langkah yang perlu kita pahami.
1. Kita harus memahami teorinya
2. Kita harus memahami kondisi, aktivitas, rutinitas, dan kebiasaan kita sendiri.
3. kita perlu membuat aturan yang sesuai untuk diri kita.
4. Kita harus menjalankannya dengan konsisten.
5. Kita perlu melakukan evaluasi.
Pemahaman teori seharusnya menjadi langkah paling pertama. Kita tidak bisa membuat pola diet yang tepat tanpa memahami bagaimana tubuh bekerja, berapa kebutuhan kalori minimum yang sehat, berapa kebutuhan gizi kita tiap hari, dan berapa kalori yang terbakar ketika melakukan aktivitas tertentu. Kita juga perlu hal-hal receh seperti mengapa berjalan efektif untuk membakar lemak, mengapa latihan beban penting, mengapa protein dan serat harus kita konsumsi lebih banyak saat diet, dll. Semua hal tersebut harus dipahami terlebih dahulu agar kita dapat membuat aturan yang benar-benar sesuai dengan kondisi kita. Fungsinya kita memahami teori agar kita tau bagaimana mekanisme dan metabolisme tubuh manusia bekerja.
Setelah memahami teori, kita juga harus memahami kondisi diri sendiri. Kita perlu tahu jenis makanan apa yang cocok buat kita, apakah kita punya maag atau kondisi medis tertentu, apakah kita sanggup berlari atau tidak, aseberapa padat aktivitas harian kita, apakah kita punya waktu apa tidak buat ke gym, apakah kita memiliki kebiasaan ngemil atau minum kopi, dan sebagainya. Bahkan kondisi keuangan pun termasuk. Dari situ, kita bisa menentukan hal-hal mana yang bisa dikurangi, mana yang masih bisa ditoleransi, mana yang bisa di modifikasi, mana yang perlu dibuat lebih fleksibel, mana yang harus dihilangkan sama sekali dan olahraga apa dan berapa lama yang pas buat kita. Funginya agar kita dapat membuat aturan pola makan yang terasa terlalu menyiksa.
Setelah memahami teori dan kondisi diri, barulah kita membuat peraturan. Inilah yang sebenarnya disebut diet, pola makan, atau gaya hidup. Diet adalah perangkat aturan, bukan sebuah konsep yang mentah-mentah harus diikuti. OCD, Intermittent Fasting, keto, tracking kalori dan berbagai pola lainnya adalah contoh aturan makan. Jadi, kalau dokter bilang ke kita “atur pola makannya ya,” sebenarnya dokter sedang meminta kita untuk menjalankan diet. Diet bukan semata-mata tentang menguruskan badan, tetapi tentang bagaimana kita mengatur pola makan sehari-hari. Memang, kita bisa mengikuti aturan yang sudah ada, seperti OCD atau Intermittent Fasting, namun tidak semua orang cocok dengan aturan tersebut. Jika tidak cocok, eksekusi bisa terhambat atau menjadi tidak konsisten. Diet adalat alat yang berupa aturan yang dibuat berdasarkan teori dan disesuaikan dengan kondisi diri untuk mencapai tujuan (sehat atau menurunkan berat badan).
Setelah aturan dibuat, langkah berikutnya adalah eksekusi dan konsistensi. Tidak ada gunanya memahami teori dan membuat aturan jika tidak dijalankan atau dilakukan secara tidak konsisten. Terakhir, lakukan evaluasi secara berkala. Kita perlu mengevaluasi apakah pola yang dijalankan bekerja dengan baik, apakah ada yang perlu disesuaikan, apakah masih cocok, atau apakah mandek, dll.

Komentar
Posting Komentar