Makassar dalam Ingatan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menikmati kembali kota Makassar setelah sekian lama tidak berjumpa itu rasanya campur aduk. Terakhir ke sini pas lebaran kemarin. Tadi pagi sempat keliling sejenak, sekadar lihat-lihat kota kelahiran yang sudah lama kutinggalkan. Sudah empat tahun lebih saya tidak benar-benar tinggal di kota ini, dan ternyata banyak sekali yang berubah.
Jalanan sudah tidak seperti dulu lagi. Beberapa bahkan saya sempat bingung, ini satu lajur atau dua lajur. Perkembangan kotanya pesat sekali. Bangunan baru muncul di mana-mana, café-café bermunculan, kebanyakan belum pernah saya datangi. Tidak seperti dulu, hampir semua café pernah saya singgahi, sekarang malah saya merasa asing. Yang dulu ada, sekarang banyak yang sudah tidak ada. Ditutup, diganti, atau mungkin sudah berpindah tempat.
Kendaraan makin padat, suasananya makin sibuk, tapi harus diakui, kondisi jalanan jauh lebih baik sekarang. CPI yang dulu cuma sebagian kecil, sekarang sudah luas sekali, dan sepertinya makin hari makin diperluas lagi. Ada jalan-jalan yang dulunya bisa dilewati sekarang terpalang karena jadi perumahan, tapi sebaliknya, jalan-jalan yang dulu buntu sekarang bisa tembus, sudah dibuka. Perubahan terasa di mana-mana.
Lingkungan tempat saya tumbuh pun berubah. Komplek rumah tak lagi seperti dulu. Teman-teman masa kecil yang dulu tinggal di sekitar Jalan Landak Baru sekarang hampir semua sudah pindah. Banyak yang sekarang tinggal di daerah Gowa atau Antang. Rumah-rumah mereka pun kini berubah jadi ruko atau kawasan perdagangan. Kadang ada rasa rindu, ingin kembali ke masa di mana saya bisa beraktivitas seperti dulu, menjalani hari-hari di kota ini tanpa beban. Tapi saya juga sadar, rezeki saya bukan di sini.
Sekarang, untuk bisa menikmati kota ini, saya harus menempuh perjalanan 150 kilometer. Hanya untuk mengobati rindu. Perjalanan itu tidak selalu mudah, panjang dan kadang berliku. Entah keinginan untuk bisa kembali tinggal di sini bisa tercapai atau tidak, saya tidak terlalu pikirkan lagi. Yang penting, saya akan tetap berusaha semampunya.
Untuk saat ini, saya selalu tanamkan dalam diri bahwa di mana pun berada, yang penting bisa hidup dengan baik dan damai. Tapi setiap kali kembali dan melihat sudut-sudut kota ini, memori-memori lama selalu muncul. Baik maupun buruk. Terutama kalau sampai melihat tempat-tempat yang dulu penuh kenangan bersama Alamarhum bapak. Seringkali ada rasa sedih yang sulit dijelaskan.
Tapi hidup harus terus berjalan. Masa lalu adalah masa lalu, masa depan masih misteri. Yang paling penting adalah masa sekarang dan apa yang ada di depan mata saat ini. Masih bisa hidup dan merasakan semua ini adalah hadiah terindah dari Sang Pencipta. Dan untuk itu, saya selalu bersyukur.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar