Menjalankan Tugas di Tengah Terik Ramadhan
Tanggal 3 Maret 2025, saya menerima surat tugas untuk melakukan survei lokasi terkait permohonan keterangan rencana tata ruang Kabupaten Pinrang. Kebetulan, hari itu adalah hari ketiga puasa Ramadhan. Dengan semangat menjalankan tugas, saya bersiap untuk berangkat.
Sekitar pukul 10.00 WITA, saya bersama Pak Bos berangkat dari kantor. Sebelum berangkat, kami menghubungi pemohon untuk memastikan kesediaannya dalam menunjukkan lokasi yang dimaksud. Setelah semuanya dikonfirmasi, kami segera menuju rumah pemohon dengan mobil.
Perjalanan menuju rumah pemohon cukup lancar. Setelah tiba, kami disambut dengan ramah dan langsung berdiskusi mengenai lokasi yang dimohon. Dari hasil diskusi, kami mengetahui bahwa lokasi yang harus kami survei masih berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah pemohon. Permasalahan utama adalah medan menuju lokasi tersebut yang berupa area persawahan dengan jalan yang sulit dilalui oleh mobil.
Menyadari kondisi tersebut, kami meminta bantuan pemohon untuk mengantar kami menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Akhirnya, saya dibonceng oleh pemohon menuju lokasi, sementara Pak Bos mengikuti di belakang dengan motor lain. Perjalanan dengan motor cukup menantang, karena jalan semakin lama semakin sulit dilalui. Beberapa kali kami harus mengurangi kecepatan untuk menghindari genangan air dan tanah berlumpur akibat hujan beberapa hari sebelumnya.
Ketika jarak menuju lokasi semakin dekat, kami menyadari bahwa medan jalan benar-benar tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan, bahkan dengan motor sekalipun. Akhirnya, kami mencari tempat yang aman untuk memarkirkan motor, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Ada empat titik koordinat yang harus kami kunjungi, masing-masing berjarak sekitar 100 hingga 300 meter. Dengan perlengkapan yang kami bawa, termasuk GPS untuk menentukan koordinat, kami mulai berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan jalan setapak yang ada. Langkah kami terasa berat karena selain medan yang cukup melelahkan, kami juga sedang menjalankan ibadah puasa. Terik matahari semakin menambah tantangan yang kami hadapi siang itu.
Namun, di tengah rasa lelah dan haus yang mulai terasa, keindahan hamparan hijau persawahan di sekitar kami memberikan semangat tersendiri. Udara segar dan suara gemericik air di saluran irigasi sedikit mengurangi rasa letih kami. Sesekali, kami berhenti sejenak untuk mengecek titik koordinat dan memastikan bahwa lokasi yang kami kunjungi sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh pemohon.
Setelah hampir satu jam berjalan dan mengambil titik koordinat di keempat lokasi, akhirnya tugas kami selesai. Kami pun berjalan kembali ke tempat motor diparkir. Keringat bercucuran, dan rasa haus semakin terasa, namun ada kepuasan tersendiri karena kami telah menyelesaikan tugas dengan baik.
Kami kemudian kembali ke rumah pemohon untuk berpamitan. Sebelum berangkat pulang, pemohon sempat menawarkan kami untuk beristirahat sejenak, namun kami menolak dengan sopan karena masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan di kantor. Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun kembali menuju kantor dengan membawa data hasil survei.

Komentar
Posting Komentar