Jalan-Jalan ke Salu Pajaan, Polewali

Pada suatu sore, saya sedang berada di kos. Tiba-tiba, ponsel saya berdering. Ternyata itu adalah telepon dari Agum, yang sedang berkumpul bersama teman-teman lainnya di rumah Supardi. Ada Fatin, Erwin, Zulkifli, dan tentu saja Supardi. Mereka sedang merencanakan sesuatu yang seru untuk besok, yaitu jalan-jalan ke Salu Pajaan di Polewali. Agum memberi kabar bahwa Fatin mengusulkan ide untuk pergi makan durian dan berenang di sana. Mereka mengajak saya untuk ikut. Tentu saja, saya langsung mengiyakan ajakan tersebut, meskipun hari itu saya masih kurang enak badan.

Salu Pajaan merupakan tempat wisata alam yang cukup terkenal di Polewali. Terletak di kawasan yang dikelilingi oleh hutan dan pegunungan, Salu Pajaan menawarkan pemandangan alam yang sangat indah. Di sini, pengunjung bisa menikmati kesegaran air sungai yang jernih, suasana yang sejuk, dan tentu saja menikmati durian segar langsung dari pohonnya. Tempat ini sangat cocok untuk melepas penat dan menikmati waktu bersama teman-teman di alam terbuka.

Setelah mendengar rencana tersebut, saya merasa sangat antusias. Kami sepakat untuk berangkat sekitar jam 11 siang, dan titik pertemuan kami adalah di rumah Supardi. Walaupun rencana sudah dibuat, pagi itu saya sedikit terlambat karena beberapa pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Saya harus membereskan kamar, mencuci piring, mencuci beberapa pakaian, dan beberapa pekerjaan rumah lainnya. Semua pekerjaan itu baru selesai sekitar pukul 11 lebih, sehingga saya terlambat sedikit dari waktu yang telah disepakati.

Setelah pekerjaan rumah selesai, saya segera mandi dan berpakaian santai. Saya juga memasukkan baju ganti ke dalam ransel karena saya berencana untuk berenang di sungai. Dengan semangat, saya langsung berangkat menuju rumah Supardi menggunakan mobil pribadi.

Di tengah perjalanan, perut saya mulai terasa lapar. Maka, saya memutuskan untuk berhenti sejenak di warung nasi padang yang tidak jauh dari rumah saya. Saya memesan makanan, namun tidak makan di tempat. Saya memilih untuk membungkusnya dan memakannya nanti di Salu Pajaan. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan dan singgah sebentar di laundry untuk mengantarkan pakaian kotor.

Setelah semua urusan selesai, saya akhirnya melanjutkan perjalanan ke rumah Supardi. Setibanya di sana, saya melihat teman-teman sudah menunggu dengan sabar sambil bermain kartu. Mereka terlihat sangat asyik, dan saya merasa sedikit bersalah karena terlambat. Namun, karena saya sudah cukup lapar, saya memberanikan diri untuk meminta izin makan dulu. Teman-teman saya pun mengerti, dan saya pun menikmati makanan nasi padang yang saya bawa.

Setelah makan akhirnya kami siap untuk berangkat. Kami berangkat menuju Salu Pajaan dengan dua mobil. Perjalanan kami cukup lancar, dan tidak lama kemudian kami tiba di lokasi.

Sesampainya di Salu Pajaan, kami langsung menuju ke sungai yang terkenal dengan airnya yang sangat dingin dan segar. Kami terjun ke dalam air yang sejuk itu dan menikmati kesegarannya. Suasana sekitar juga sangat mendukung, dengan pemandangan alam yang hijau dan udara yang sejuk. Kami berenang dengan gembira, menikmati setiap detik yang kami habiskan di sana.

Setelah puas berenang, kami memutuskan untuk membeli durian yang banyak tersedia di sekitar lokasi. Kami semua duduk bersama di gazebo yang kami sewa dan menikmati durian dengan penuh kegembiraan. Saling bercanda, berbagi durian, dan tertawa bersama.

Namun, tiba-tiba hujan turun dengan cukup deras. Meskipun begitu, kami tetap ingin menikmati waktu di sana, jadi kami memutuskan untuk pindah ke kolam yang ada di sekitar lokasi untuk melanjutkan berenang. Kolam itu juga cukup menyenangkan, dan kami terus berenang meskipun hujan turun. Rasanya sangat menyenangkan, serasa kembali ke masa kecil, menikmati kebahagiaan tanpa harus terbebani oleh pikiran-pikiran lain.




Setelah puas berenang, kami kembali untuk bermain kartu sampai waktu Ashar. Setelah sholat, kami memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanan. Kali ini, kami memilih untuk pergi ke pantai Polewali untuk menikmati pemandangan sunset pantai. Sebagian dari kami menikmati pemandangan itu dengan secangkir kopi hangat, sementara yang lainnya menikmatinya berasama jus alpukat. Kami duduk santai sambil bercakap-cakap tentang berbagai topik yang menarik. Salah satu topik yang paling seru adalah film "Iparku adalah Mautku". Saya sendiri belum menontonnya, tetapi teman-teman bercerita dengan sangat seru dan penuh tawa. Meskipun ceritanya tentang drama yang cukup sedih, entah kenapa kami malah tertawa terbahak-bahak. Ya, begitulah, obrolan laki-laki selalu penuh dengan tawa.

Setelah puas menikmati sunset dan bercakap-cakap, kami melanjutkan perjalanan menuju restoran Cilacap yang terletak sekitar 1,5 km dari pantai. Restoran ini memiliki tiga lantai, dan kami memilih untuk makan di lantai ketiga. Dari sana, pemandangannya sangat indah, terutama karena di belakang restoran terdapat hamparan sawah yang luas. Sawah yang hijau itu terlihat sangat cantik, dan pemandangan sunset di atasnya semakin memperindah suasana. Kami semua merasa sangat nyaman dan betah menikmati waktu kami di sana.

Makanan yang disajikan juga sangat lezat. Sebagian dari kami memesan nasi goreng, sementara yang lainnya memilih mie. Makanan yang kami nikmati terasa semakin nikmat dengan  penampilan musik akustik yang disediakan oleh restoran itu.

Saat kami hendak pulang, hujan turun lagi. Namun, meskipun kami sedikit basah, perasaan kami tetap bahagia. Kami pulang dengan rasa lelah namun sangat gembira, mengenang semua momen indah yang kami alami bersama teman-teman. Perjalanan kali ini benar-benar menyenangkan, penuh tawa, kebersamaan, dan kenangan yang tak terlupakan. Kami pulang dengan hati yang puas, berharap bisa mengulang momen-momen seperti ini di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabel ITBX dalam RDTR: Jantung Pengaturan Tata Ruang

Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar

Pemandangan yang Menjauh